Cari Blog Ini

Suara untuk Shahnaz

Kalimat-kalimat kata menyelinap keluar pergi dari kedua tanganku, berbaur keringat tulisanku, terbata-bata mulut dengan suara mengambang diatas kabut.

Mungkin saja Aku telah membunuh kata-katamu dengan pisau, memulihkan luka-luka lembut ditetes air mata.


Tapi ingatlah, dengan Aku disini, sekalipun sayap-sayapku terbakar, Aku masih memiliki tangan yang kuat, tubuh yang bidang, kaki yang kokoh unt
uk membopongmu dari hari ke hari dan itu karenamu aku mampu.

Marilah bersamaku merangkul waktu, bersamaku melewati musim panas yang tengah mulai jatuh terbaring lumpuh oleh musim hujan, mulai semakin dekat saat ini, terus dari satu musim ke musim yang lainnya sampai akhir dimana merdu-merdu istirahat kekal itu bertemu.


Jika diatas dunia ini puisi-puisi itu menyanyikan lagu, maka Aku menjadi sejukmu disaat panasmu, menjadi hangatmu disaat dinginmu.


Ini semua bukanlah mantra-mantra perlindunganku, tapi ini adalah kaca dari hatiku, rawatlah dan jagalah karena itu dariku untukmu.
 
Diujung nusantara sana, kekasih janganlah bersedih, Allah bersama orang-orang yang sabar.
 
Cairo, 9 September 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini