Cari Blog Ini

Sinai

Merangkak untuk memucuk, 

membujuk mata memandang bintang berombak,

menjatuhkan kilatan garis terang yang terhitung delapan,

terbaring diatas batu dingin menundukkan lelah,

ujung sinai, bertumpuk dua doa yang berbeda,

bersebelah tanpa terganggu, berjajar menantikan surya hendak terbangun,

memotret satu kehidupan lukisan bebatuan yang beselimutkan tasbih,

tak ayal ratusan manusia berhilir naik tanpa mengenal urutan angka usia,

dimana kaki memakan ratusan tangga tertumpuk untuk sebuah cerita,

Subhanallah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini