Cari Blog Ini

Caraku Melihat

Kembali mengalir mengikuti keabadian,
seolah olah membuka setiap warna tegas perjalanan hidup,
dimana Aku bisa saja terjebak, dimana Aku bisa saja terbebas,
ternyata ada banyak hal yang bisa Kita pandang,
untuk bisa memandang langit.
Semoga cerahnya langit terus tidak berhenti,
agar hati senantiasa bisa memandang setiap terangnya siang,
ataupun setiap terangnya malam apabila sudah menujukkan gelap,
Astaghfirullahal'adzim, aladzi la Illaha illallah, wa atubu iliaih.
»»  READMORE...

Sinai

Merangkak untuk memucuk, 

membujuk mata memandang bintang berombak,

menjatuhkan kilatan garis terang yang terhitung delapan,

terbaring diatas batu dingin menundukkan lelah,

ujung sinai, bertumpuk dua doa yang berbeda,

bersebelah tanpa terganggu, berjajar menantikan surya hendak terbangun,

memotret satu kehidupan lukisan bebatuan yang beselimutkan tasbih,

tak ayal ratusan manusia berhilir naik tanpa mengenal urutan angka usia,

dimana kaki memakan ratusan tangga tertumpuk untuk sebuah cerita,

Subhanallah.

»»  READMORE...

Rindu Tursina

Malam semakin menengah manyajikan dingin, 
terlihat bulan disibakan awan,

Tersuguh malu mengalir setelah berfikir, 
Menetaskan imajinasi tertampak nyata seikat cerita, 
mengingatkan satu gereja di kaki bukit, 
disuguhkan altar megah dalam remang, 
cahaya yang tercuri malam menjadikan gelap, 
seperti membukukan sejarah tersaji hangat, gurih terdengar, 
awal dari sebuah peradaban Koptik memelukku sudah.
 
Kaki bukit sinai Aku teringat, 
Esok Aku pasti kembali mendengarkan ceritamu St. Catherine.
 

»»  READMORE...

Cangkir

Menyuguhkan ironi tertuang dalam gelas-gelas cangkir, 
terbentuklah banyak warna yang berbeda diantara gelas-gelas tersanding, 
sesekali nafas orang-orang bernyawa terhela memandang dengan cara yang berbeda, 
rautan muka terbentuk lengkap terendah sampai tinggi terjunjung teratas, 
Aku sendiri terpaku menikmati manusia diatas tarian, 
merayu-rayu setiap kebisingan agar tertenang, 
menundukkan setiap kesombongan setiap kepala yang tertengadah, 
tanpa mata terlepas, membawa tangan membentuk titik menjadi garis.
»»  READMORE...

Bicara

Bukan lirik - lirik gelap menari - nari diatas tulis, 
kaki menapak jelas tanpa terlepas meninggalkan jejak, 
tangan ini bukanlah tangan - tangan pembunuh, 
tangan - tangan ini juga tidak berhenti untuk menyentuh, 
disini Aku bernafas walau tak banyak tetapi ingatlah, 
Aku bukan sesosok manusia penunggu keajaiban ditengah mata - mata yang tertidur, 
Salah satu yang Ku ambil hari ini,

"Kata-kata tidak akan menjadi dingin ketika ada yang berbicara dan ada yang mendengarkannya"

Dan percayalah kesetiaan Tuhan tidak akan tergantikan kawan? :) 
Lailaha Illallah, Muhammad Rasulullah.
»»  READMORE...
Ada kesalahan di dalam gadget ini